Pengertian Firewall, NAT, dan Proxy Server

Pengertian Firewall, NAT, dan Proxy Server
Pengertian Firewall, NAT, dan Proxy Server

By sabiq 26 Nov 2017, 00:59:17 WIB - Kategori: Mikrotik


  1. 2. Firewall • adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.
  2. 3. IPTABLES • IPTABLES adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan penyaringan terhadap lalu lintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalu lintas data. Dengan IPTABLES inilah kita akan mengatur semua lalu lintas dalam komputer, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun lalu lintas data yang sekedar melewati komputer. IPTABLES fapat digunakan untuk melakukan seleksi terhadap paket-paket yang datang baik input, output maupun forward berdasarkan IP address, identitas jaringan, port, source (asal), destination (tujuan), protokol yang digunakan bahkan berdasarkan tipe koneksi terhadap setiap paket (data yang diinginkan). • IPTABLES dapat melakukan perhitungan terhadap paket dan menerapkan prioritas trafik berdasar jenis layanan (service). IPTABLES dapat digunakan untuk mendefinisikan sekumpulan aturan keamanan berbasis port untuk mengamankan host-host tertentu. IPTABLES juga dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah router atau gateway, tentunya hanya untuk sistem operasi Linux.
  3. 4. • Firewall IPTABLES packet filtering memiliki tiga aturan (policy), yaitu: a. INPUT • Mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah intranet internet. kita bisa mengelola komputer mana saja yang bisa mengakses firewall, misal: hanya komputer IP 192.168.1.100 yang bisa mengakses SSH ke firewall dan yang lain tidak boleh. b. OUTPUT • Mengatur paket data yang keluar dari firewall ke arah intranet maupun internet. Biasanya output tidak diset, karena bisa membatasi kemampuan firewall itu sendiri. • c. FORWARD Mengatur paket data yang melintasi firewall dari arah internet ke intranet maupun sebaliknya. Aturan forward paling banyak dipakai saat ini untuk mengatur koneksi internet berdasarkan port, mac address dan alamat IP. Selain aturan (policy), firewall IPTABLES juga mempunyai parameter yang disebut dengan TARGET, yaitu status yang menentukan koneksi di IPTABLES diizinkan lewat atau tidakmaupun
  4. 5. TARGET ada tiga macam yaitu: • - ACCEPT Akses diterima dan diizinkan melewati firewall. • - REJECT Akses ditolak, koneksi dari komputer klien yang melewati firewall langsung terputus, biasanya terdapat pesan “Connection Refused”. Target Reject tidak menghabiskan bandwidth internet karena akses langsung ditolak, hal ini berbeda dengan DROP. • - DROP Akses diterima tetapi paket data langsung dibuang oleh kernel, sehingga pengguna tidak mengetahui kalau koneksinya dibatasi oleh firewall, pengguna melihat seakan – akan server yang dihubungi mengalami permasalahan teknis. Pada koneksi internet yang sibuk dengan trafik tinggi, Target Drop sebaiknya jangan digunakan
  5. 6. NAT Pada jaringan komputer, proses Network Address Translation (NAT) adalah proses penulisan ulang (masquerade) pada alamat IP asal (source) dan/atau alamat IP tujuan (destination), setelah melalui router atau firewall. NAT digunakan pada jaringan dengan workstation yang menggunakan IP private supaya dapat terkoneksi ke Internet dengan menggunakan satu atau lebih IP public.
  6. 7. • Pada mesin Linux, untuk membangun NAT dapat dilakukan dengan menggunakan IPTABLES(Netfilter). Dimana pada IPTABLES memiliki tabel yang mengatur NAT.NAT dapat dikerjakan oleh kernel Linux dengan salah satu dari dua cara berikut : • a. Source NAT SNAT digunakan untuk menyembunyikan asala paket-paket dengan melakukan pemetaan alamat asal paket-paket yang akan menuju jaringan eksternal ke suatu IP address atau range address tertentu. Dengan kemampuan seperti ini, SNAT bisa digunakan sebagai server Masquerader.
  7. 8. • b. Destination NAT • DNAT sering digunakan untuk me-redirect secara transparan paket-paket yang masuk ke suatu lokasi/tujuan, misalnya diarahkan ke mesin yang berfungsi sebagai server proxy atau firewall SOCKS. Salah satu versi dari NAT adalah IP Masquerade, yang mengijinkan beberapa workstation atau host terkoneksi ke internet tanpa harus memiliki IP address yang dapat dikenal di jaringan eksternal internet. Server yang memiliki fungsi sebagai gateway menyediakan suatu masquerader menggunakan IPTABLES untuk membuat host-host lokal dikenal di jaringan internet dimana IP address yang tercatat adalah IP address gateway. Proses masquerade IP dikerjakan menggunakan subsitusi IP address dan nomor port. IP address paket dari jaringan lokal diubah berdasarkan pada tujuannya
  8. 9. Berikut ini adalah aturan sederhananya : a. Paket yang menuju jaringan eksternal (meninggalkan jaringan lokal menuju ke gateway). IP address asal paket diubah ke IP address mesin maquerader. IP address masquerader bersifat unik pada jaringan eksternal. b. Paket yang masuk dari jaringan eksternal (menuju jaringan lokal melalui gateway). Alamat paket diubah ke IP address host jaringan lokal. Mesin-mesin di dalam jaringan lokal memiliki alamat private network yang tidak valid (tidak dikenal) pada jaringan eksternal. IP Masquerade menggunakan port forwarding untuk mengubah suatu IP address paket. Pada saat sebuah paket sampai dari jaringan eksternal, alamat portnya diperiksa dan dibandingkan terhadap isi tabel masquerade.Jika port yang dibandingkan ditemukan, IP address yang ada pada header paket diubah dan dikirim ke IP address yang telah di-masquerade.
  9. 10. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam implementasi NAT : - Semua aturan penterjemahan address ke chain-chain dalma tabel NAT. - Tabel NAT menggunakan chain-chain seperti berikut ini : a) PREROUTING, digunakan untuk memilah paket yang akan diteruskan b) POSTROUTING, digunakan untuk memilah paket yang telah diteruskan c) FORWARD, digunakan untuk memilih paket yang melalui router. - Memasukkan modul-modul kernel untuk menangani protokol-protokol khusus.
  10. 11. Proxy Server • Server proksi atau peladen pewali adalah sebuah perantara (sistem komputer atau aplikasi) yang bertindak sebagai perantara permintaan dari penggunalayan (client) mencari sumber daya dari peladen lain
  11. 12. Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu proxy. Proxy server mempunyai 3 fungsi utama yaitu Connection Sharing, Filtering dan Caching. Proxy dalam pengertiannya sebagai perantara, bekerja dalam berbagai jenis protokol komunikasi jaringan dan dapat berada pada level-level yang berbeda pada hirarki layer protokol komunikasi jaringan. Suatu perantara dapat saja bekerja pada layer Data-Link, layer Network dan Transport, maupun layer Aplikasi dalam hirarki layer komunikasi jaringan menurut OSI. Namun pengertian proxy server sebagian besar adalah untuk menunjuk suatu server yang bekerja sebagai proxy pada layer Aplikasi, meskipun juga akan dibahas mengenai proxy pada level sirkuit.



ARTIKEL TERKAIT: